Oleh : Ifni Arieffah

Literasi secara luas adalah kemampuan orang untuk memahami, merasakan isi dari sebuah bacaan dan mengolah, menuangkan hasil pemikiran, perasaan dan imajinasi ke dalam sebuah tulisan. Hal yang lebih sederhana dari literasi adalah membaca. Dengan membaca, seseorang tidak hanya memperoleh pengetahuan, hiburan, namun akan merubah cara pandang, pola berpikir orang tersebut. Menurut Stripling (1992), literasi didasarkan pada konsep dasar literasi sebagai kemelekwacaan, sehingga ruang lingkup literasi itu berkisar pada segala upaya yang dilakukan dalam memahami dan menguasai informasi. Sedangkan budaya literasi itu sendiri merupakan budaya untuk membiasakan diri untuk memaca dan menulis.

Saat ini budaya literasi menjadi salah satu jalan untuk kembali menumbuhkan cinta masyarakat terhadap buku, terutama di lingkungan keluarga. Agar Indonesia bisa maju dan sejajar dengan negara lain, maka budaya literasi menjadi bingkai kemajuan yang sangat dibutuhkan. Sebelum menumbuhkan bingkai literasi atau budaya baca tulis dalam keluarga, orang tua harus memahami terlebih dahulu tentang kebudayaan baca tulis sehingga dapat menimbulkan kesadaran dalam keluarga tentang arti pentingnya kebudayaan baca tulis bagi kehidupan maupun bagi suatu Negara.

Bingkai literasi hendaknya dapat ditumbuhkan sejak dini, orang tua mulai memperkenalkan buku-buku bacaan seperti buku dongeng, buku cerita bergambar, dan buku lainnya yang dapat menarik perhatian membaca seorang anak. Sehingga ketika sudah dewasa, ia akan terbiasa membaca buku dan menyadari pentingnya arti membaca. Menyediakan waktu setiap hari  antara 15-30 menit untuk seluruh anggota keluarga melakukan aktivitas membaca bisa menjadi usaha orang tua merangkai bingkai literasi, dengan melihat orang tua membaca maka anak-anak juga ikut membaca.

Dapat dilihat bahwa orang tua memiliki peran penting dalam budaya baca tulis, perhatian dan dukungan pada berbagai aktivitas membaca anak akan meningkatkan rasa percaya dirinya. Bebaskan anak membaca apa saja, walaupun hanya sekedar resep masakan, acara televisi, rambu-rambu lalu lintas, maupun informasi praktis lainnya. Misalnya ketika dalam perjalanan, anak membaca sebuah iklan di papan reklame. Reaksi orang tua yang memberikan pujian yang tulus atas  aktivitas mereka dalam membaca dan menulis memberikan motivasi tersendiri bagi anak untuk lebih gemar membaca  dan mencintai buku.

Sudahkah bapak ibu mengajak anak-anak ke perpustakaan atau toko buku? Membiasakan anak pergi ke perpustakaan atau toko buku akan membuat anak menyukai berbagai jenis buku dan bisa menciptakan suasana membaca yang menyenangkan bagi anak. Beri kesempatan pada anak untuk memilih buku yang ia sukai sesuai dengan kegemaran dan minatnya.

Merangkai bingkai literasi dengan pembiasaan budaya membaca dan menulis akan sangat efektif bila dimulai sejak dini dari lingkungan keluaga. Hal ini akan sangat membantu proses belajar anak baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan demikian, keluarga menjadi salah satu pondasi pendidikan yang behasil dalam gerakan literasi bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berkarakter dan berkemajuan.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *