Disiplin Positif

February 26, 2018

Oleh : Iftitah Laily Ramadhani

Membangun nilai disiplin kepada anak dengan tujuan agar anak dapat berperilaku yang baik di masyarakat adalah sangat penting bagi mereka. Namun, pada praktiknya seringkali diwujudkan dengan sebuah hukuman karena memang untuk membangun nilai disiplin ini tidaklah mudah.

Anak adalah amanah yang diberikan oleh orangtua dengan penuh tanggungjawab. Akhir-akhir ini semakin ramai orang yang mendiskusikan tentang disiplin positif seiring dengan kabar perilaku kekerasan terhadap anak. Setelah diamati ternyata hukuman dan kekerasan tidak akan memberikan dampak positif tetapi sebaliknya akan memberikan dampak negatif. Dalam prosesnya, setiap pendidik baik orang tua ataupun guru sangat ingin menumbuhkan sikap disiplin terhadap anak namun harus disadari bahwa mewujudkan itu semua tidaklah harus diatasi dengan hukuman dan ancaman.

Jika anak berlaku kurang baik, bagaimana caranya agar anak dipahamkan dengan konsekuensinya. Apakah menakuti-nakuti dengan hal-hal yang tidak masuk akal. Seringkali terdengar perkataan “kalau kamu keluar ada hantu”, “kalau kamu tidak mengerjakan tugas kamu akan dikeluarkan dari kelas”. Ini adalah perkataan dari seorang pendidik yang menganggap bahwa inilah cara yang dianggap ampuh agar anak patuh. Yang sebaiknya dilakukan oleh pendidik yaitu memahamkan anak dengan penjelasan yang masuk akal. Misalnya, jika terdapat banyak sampah maka jelaskanlah “jika rumah kotor apakah nyaman dipandang. Karena itu mari kita bersihkan bersama-sama” sembari mengajak. Selalu mengalirkan perkataan positif itu baik daripada perkataan negatif seperti “ jorok sekali rumah ini” dan lain sebagainya.

Ada pengalaman teman guru yang bertanya kepada muridnya tentang keefektifan peraturan ketertiban di sekolah yang sudah jelas terpampang di tembok, ada satu, dua, hingga belasan peraturan di dalamnya namun kenyataannya murid hanya menganggap itu sebagai hiasan dinding belaka. Lalu guru tersebut langsung membuat kesepakatan dengan menanyakan langsung apakah resolusi dan poin-poin sikap yang diharapkan agar proses pembelajaran berjalan dengan baik. Kesepakatan yang sudah dinyatakan dari murid akan lebih nyaman dan lebih diterima. Dengan ini anak dapat memahami tanggung jawabnya, dapat konsisten dengan perkataannya, anak paham konsekuensinya. Kesepakatan tersebut dinyatakan dengan positif dan menggambarkan apa yang harus dilakukan bukan apa yang dilarang. Dengan begitu anak dapat fokus tanpa ada tekanan.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *