Oleh: Urip Setiyo Budi

Pesyarikan Muhammadiyah terkenal dengan gerakan dakwah, tajdid dan sosial. Dalam geraka sosial Muhammadiyah banyak mendirikan PKU, Panti Asuhan dan Sekolah/Madrasah

Adanya sekolah Muhammadiyah sangat membantu Pemerintah dalam mewujudkan amanah Undang-undang guna mencerdaskan kehidupan bangsa, meski sesungguhnya niat utama Muhammadiyah adalah mengamalkan Perintah Alloh SWT memalui Rosulnya dalam Qs. Ali Imran ayat 102 dan Qs. Al Mujadillah ayat 11 .

Sekolah Muhammadiyah awal berdirinya bermaksud menjadi wadah bagi masyarakat yang kurang mampu agar bisa sekolah (lihat laskar pelangi), karena pada saat itu masyarakat yang mampu bisa sekolah di sekolah Negeri (Sekolah Kolonial). Namun jaman now Pemerintah sudah mengambil alih bahwa sekolah negeri adalah untuk kalangan kurang mampu dengan sekolah Gratisnya, maka sudah saatnya Sekolah Muhammadiyah juga hijrah menjadi sekolahnya orang-orang mampu (menengah ke atas).

Sekolah Muhammadiyah yang masih tertinggal dengan sekolah negeri maka harus segera melakukan pemetaan kondisi penduduk sekitar, melakukan intrispeksi diri, dan segera aksi, pemetaan berapa persen penduduk berkecukupan dan berapa persen penduduk mampu, maka jika 30-40% penduduk disekitar sekolah Muhammadiyah adalah mampu segeralah bergegas menata strategi bahwa sekolah Muhammadiyah harus menjadi sekolah dengan pelayanan prima, mutu bagus dan performa maksimal.

Untuk mewujudkan itu tentu perlu DNA (Dream And Action), Kalau hanya menyalahkan keadaan maka kondisinya hanya akan itu-itu saja, kalau hanya mimpi maka tidur lagi adalah solusinya. Segera aksi dengan segala cara yang penting halal untuk segera mengkondisikan sekolah Muhammadiyah yang di idamkan.

Jika sekolah Muhammadiyah bertahan di level menengah ke bawah maka bisa dipastikan tidak akan bisa survive dengan keberadaan sekolah negeri atau kompetitor lain tanpa bendera Muhammadiyah. Sekolah Muhammadiyah jangan hanya ‘menjual bendera’ sudah saatnya menjual mutu yang bagus.

Maka langkah kerja temen-teman di Sekolah Muhammadiyah jangan pernah mengikuti langkah-langkah teman di Negeri, lakukan banyak hal yang membuat beda dengan sekolah negeri. Jika tetap saja mengikuti gaya sekolah negeri maka selamanya akan berada di belakang sekolah negeri, menjadi bayang-bayang atau bahkan berada dizona nyaman di bawah ketiak sekolah negeri (mendapat siswa buangan/ sisa sekolah negeri).

Segera nyalakan lampu sein kanan, putar kemudi, turunkan transmisi dan tancap gas untuk segera mendahului sekolah-sekolah negeri. Dengan begitu kita akan segera berada di depan sekolah negeri dan ingat sekali lagi jangan pernah melakukan hal-hal yang dilakukan sekolah negeri, kalau itu dilakukan kita akan di kejar lagi.

Pakailah baju seragam yang tidak sama dengan negeri, berbuatlah melebihi ekspektasi sekolah negeri seperti aturan kepegawaian yang spektakuler, disiplin kerja yang lebih tinggi dan karya-karya siswa yang hebat hingga international yang tidak dimiliki oleh sekolah negeri.

Ubah jalur sekolah Muhammadiyah agar tidak sama dengan sekolah negeri, meski standar pendidikan kita tetap memenuhi harapan pemerintah dan bahkan melebihi.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *