Hujan dan Hikmahnya

April 6, 2018

Oleh : Agus Triawan

Musim kemarau dan hujan datang silih berganti dalam setiap masa. Adapun musim hujan sekarang sudah datang dan bersama kita. Hampir setiap hari, kadang pagi, siang, sore dan kadangkala malam hujan atau gerimis turun ke permukaan bumi. Sudahkah kita mensyukuri rezeki air yang turun dari langit tersebut? Atau sebaliknya kufur kepada nikmat yang diberikan Allah Swt.

Ketika seseorang bersyukur kepada Allah, ketika datang hujan akan mengucapkan syukur Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah. Menerima dengan senang hati akan datangnya hujan, memanfaatkan airnya untuk hal-hal yang positif, seperti mencuci, atau mengepel lantai yang kotor. Ketika keluar rumah akan mempersiapkan payung ataupun jas hujan. Yang ada dalam hati adalah rasa syukur dan gembira karena banyak dan tidak kekurangan air.

Menghadapi hujan ada juga segolongan orang yang kufur. Menyesali keadaan yang ada. Yang ada dalam hatinya adalah mengeluh, ketika datang hujan ada saja sesuatu yang menjadi bahan keluhan. Misalnya pakaian tidak kering-kering, jalananan becek, kendaraan mudah kotor, atap rumah bocor, menyebabkan kegiatan terhambat, banjir dan sejenisnya. Yang ada adalah menggerutu, baik dalam hatinya ataupun sampai diucapkan lewat lisannya.

Menjadi orang yang bersyukur, membutuhkan latihan. Latihan lahir batin dan terus menerus. Karena bersyukur merupakan pekerjaan yang tidak mudah maka Allah menggolongkan bahwa orang yang bersyukur adalah golongan minoritas (golongan yang sedikit). Allah menjelaskan, “Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur”. (QS Saba/34 : 13)

Dengan adanya hujan, sebenarnya banyak sekali hikmah dan manfaat yang bisa kita ambil, di bidang pertanian, berbagai macam tanaman yang kita butuhkan menjadi mudah untuk tumbuh. Di bidang jasa dan perekonomian, produksi dan penjualan payung serta mantel meningkat, di bidang peternakan, makanan hewan lebih tercukupi begitu juga bidang yang lain.

Hujan merupakan dalil dan bukti yang menunjukkan atas kebenaran dan kebesaran Allah, yang maha kuasa atas segala sesuatu. Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menurunkan hujan dari langit, yang dibutuhkan berbagai macam tanaman dan makhluk hidup di permukaan bumi. Andaikan tidak pernah ada hujan, tentulah bumi menjadi kering, tandus dan sulit ditumbuhi oleh tanam-tanaman dan rerumputan. Dijelaskan dalam Alquran, “Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkannya bumi setelah mati (kering),  dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.” (QS Al Baqarah/2: 164)

Semua makhluk hidup, baik disadari ataupun tidak merasakan manfaat dari hujan tersebut. Berbagai macam tanaman menjadi tumbuh dengan subur. Makan ternak juga menjadi tidak kesulitan dan tercukupi, yang akhirnya persediaan daging juga tercukupi. Puji Syukur kehadirat Allah, atas kekuasaannya kebutuhan makanan nabati dan hewani bagi manusia disediakan oleh Allah Swt. Semua adalah nikmat Allah yang tidak layak untuk kita dustakan.

Hikmah dan manfa’at hujan, Allah juga menjelaskan dalam firmanNya, “Tidakkah engkau melihat bahwa Allah menurunkan air dari langit lalu dengan  air itu kami hasilkan buah-buahanh yang beraneka ragam jenisnya. Dan diantara gunung-gunung itu, ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada pula yang hitam pekat. Dan demikian pula diantara manusia, makhluk bergerak yang bernyawa, dan hewan-hewan ternak ada yang bermacam-macam warnanya. Di antara hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh Allah maha perkasa lagi maha pengampun.” (QS Faathir/35:27-28)

                Sebagai hamba yang beriman, selayaknya selalu berkhusnuzan (berprasangka baik) atas setiap pemberian Allah, karena Allah tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Semua ada hikmah dan manfa’atnya. Selalu bersyukur, sehingga rahmat dan nikmat Allah selalu bertambah. Bukanlah hamba yang mengkufuri nikmat. Karena azab Allah sangatlah pedih. Kita berdoa, semoga musibah dan bencana yang datang seperti banjir, gunung meletus, kelaparan, kemiskinan, gempa bumi bukanlah azab dan siksa. Tapi adalah cobaan bagi orang yang beriman.

Bagi segolongan manusia yang sedang tertimpa musibah, hendaklah tertanam pada dirinya sifat sabar, khusnuzan, tidak egois, tidak saling menyalahkan , qona’ah (menerima apa yang ada), serta senantiasa berdoa kepada Allah agar sanggup menjalani ujian tersebut. Memang kesabaran adalah mahal dan sulit dilakukan, tapi jangan khawatir, seungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Optimis dan selalu bertawakkal, tidak berputus asa dari rahmat Allah. Kepada umat yang Alhamdulillah tidak terkena musibah mendoakan kepada saudara kita yang terkena musibah, membantu semampu kita, berlomba dalam kebaikan lillahi ta’ala (Fastabiqul khoiroot), bukan memanfaatkan untuk kepentingan pribadi atau kelompok serta ajang kampanye partai tertentu.  Maha besar Allah atas segala ciptaanNya. Wallohu A’lam.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *