Oleh : Muhammad Hazel Zufar

Mendengar kata pemuda saya jadi teringat dengan perkataan bapak proklamator kita bapak soekarno, beliau berkata “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya…..Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia” tersirat suatu makna yang sangat jelas dalam perkataan beliau dimana 10 pemuda lebih berpotensi mengubah dunia dari pada 1.000 orang tua karena apa kita tahu bahwasannya pemuda adalah titik tertinggi atau puncak produktivitas dalam siklus pertumbuhan manusia, bahkan seorang pemuda mampu bekerja 10 kali lebih cepat dari orang tua dan suatu saat nanti di alam Akhirat kita akan di tanyakan untuk apa masa muda kita dipergunakan. Allah Swt telah memberikan kita dua pilihan untuk menjadi pemuda yang bermanfaat atau menjadi pemuda yang lalai karena pada masa inilah kita bisa benar benar menjadi orang yang paling bermanfaat atau sebaliknya menjadi seorang yang paling berbahaya baik bagi diri sendiri maupun orang lain, jadi pilih yang mana sob?

Asing ga sih dengar bahasa literasi ? kebanyakan orang pasti pernah mendengar kata literasi namun tidak banyak dari mereka yang tau makna dari literasi itu. Makna dasar dari literasi adalah Baca dan Tulis yang menjadi gerbang utama untuk mengembangkan karya tulisan atau karya lainya. Literasi berasal dari istilah latin ‘literature’ dan bahasa inggris ‘letter’( kamus online Merriam-Webster), literasi merupakan kualitas atau kemampuan melek huruf/aksara yang di dalamnya meliputi kemampuan membaca dan menulis yang berlanjut dan berkembang menjadi suatu yang bernilai seperti karya atau sebuah hobi.

Wahyu pertama Nabi Muhammad SAW surat Al-Alaq ayat satu yang artinya “Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan” dengan sangat jelas perintah Allah SWT yang paling pertama kepada Rasulullah SAW adalah untuk membaca mesikupun beberapa ulama berpendapat Rasulullah tidak bisa membaca  dan menulis tetapi yang menarik di sini adalah makna Bacalah di ayat tersebut beberapa ulama berpendapat bahwasannya bacalah di situ bermakna Rasulullah diperintahkan membaca keadaan sekitar keadaan masyakarat mekkah pada waktu itu Rasul di perintahkan untuk memahami mempelajari keadanan sekitar supaya mengerti betul kondisi masyarakat mekkah pada waktu itu. Dan kita sadar tidak ternyata perintah Allah SWT yang pertama adalah tentang LITERASI di ambil dari wahyu pertama tadi, jadi perlu kita ketahui bahwasannya literasi itu sangatlah penting bagi kita sebagai hamba Allah SWT dan pengikut Nabi Muhammad SAW.

Di zaman sekarang tentu budaya literasi sangatlah penting demi kemajuan suatu bangsa, dan kemajuan suatu bangsa sendiri bisa dilihat dari sumber daya manusianya lebih tepatnya pemudanya, pemuda yang berkualitas adalah pemuda yang memiliki kemampuan intelektual, Religius, dan Bermoral baik, kita mungkin paham secara teori namun sekarang kita melihat fakta bangsa kita sendiri Indonesia apakah sudah sesuai dengan teori tadi? Tentu pada praktek nyatanya tidak mudah untuk membentuk suatu bangsa yang maju tanpa adanya pemuda pemuda yang berkualitas. Intelektualitas seseorang dapat diukur dari kecerdasannya dan kecerdasan berkaitan dengan pendidikan yang sangat berkaitan dengan literasi membaca dan menulis namun kembali berbicara mengenai fakta dari segi minat membaca Indonesia termasuk negara terendah di dunia, maka dari itu budaya literasi sangatlah penting bagi kehidupan bangsa ini khususnya pemuda bangsa ini karena beberapa tahun kedepan nasib bangsa kita ada di tangan pemuda, jika pemudanya berkualitas bisa di pastikan beberapa tahun kedepan bangsa kita menjadi bangsa yang maju, karena pada nantinya pemuda yang sekarang ini akan menjadi pemimpin bangsa kita dan akan menjadi nahkoda yang akan menentukan kemana bangsa ini akan berlabuh.

Sekarang kita tahu berita hoax merajalela di negara kita karena kurangnya kemampuan literasi yang di miliki masing masing dari kita, dengan kemampuan literasi yang baik seseorang tidak akan membuat berita hoax. Untuk pemuda pemudi harapan bangsa sudah saatnya kita bergerak untuk memajukan bangsa ini dengan budaya literasi kita dapat membentuk suatu kebiasaan baik dalam kehidupan ini, menjadikan generasi pemuda yang berkualitas pemuda pemuda yang siap menjadi nahkoda bangsa ini supaya bangsa kita menjadi maju dan tentunya bangsa kita menjadi bangsa yang selamat dunia dan akhirat.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *