Suka Duka Menjadi Guru

April 6, 2018

Oleh : Ragil

Menjadi guru merupakan panggilan dan juga sebuah pilihan yang mana plihan itu harus benar-benar saya jaga, harus bisa konsisten dengan pilihan saya. Saya mengajar di SD selama 2 tahun, dan siangnya di sanggar anak, banyak suka duka yg saya alami.. Banyak yang beranggapan “wah enak ya jadi guru”. Padahal di situ banyak tantangan yang saya hadapi. Setiap harinya saya bertemu dan bersama anak-anak kecil yang mempunyai karakter berbeda-beda. Dimana kita yang harus masuk ke dunia anak bukan anak yang masuk ke dunia kita, jadi kita yang harus mengerti apa maunya anak bukan anak yang harus mengerti apa maunya kita. Memang sangat menyenangkan dan juga menggemaskan. Namun, kesabaran dan ketulusan saya selalu di uji terutama ketika saya berada di sanggar karena di sanggar mayoritas anak TK semua dan super aktif. Setiap harinya menghadapi tingkahnya anak-anak yang kadang menjengkelkan namun harus tetap sabar. Dari segi penampilan gaya bicara kata-kata yang di keluarkan guru itu semua bisa di tiru anak. Karena anak adalah mesin foto copy yang handal yang dengan cepat bisa meniru tingkah laku atau penampilan kita. Jadi tidak hanya sekedar mengajar menyampaikan ilmu pengetahuan namun juga harus jaga etika dan sikap. Jangan jadi guru yang hanya mementingkan diri sendiri dan honor semata.

Karena menjadi guru tidak mudah. Banyak juga di luaran sana yang menginginkan profesi seperti kita. Jadi kita harus menjalankan profesi kita dengan sebaik-baiknya, meskipun banyak suka duka yang di lalui. Saya berpesan juga, buat yang jadi guru tetaplah jadi guru yang sejati. Karena guru merupakan publik figur sebagai cerminan anak didiknya dan karena semua kebaikan kita di perhitungkan oleh Allah. Saya belajar dari guru-guru saya yang dulu, terimakasih guru-guru SD, SMP, SMA saya yang penuh dengan kesabaran mendidik saya. Tetaplah mncintai murid-muridmu sekalipun mereka menjengkelkan. Dan orang tua tetaplah ikut berperan dalam mndidik anak jangan semua di pasrahkan ke guru nanti kalau ada apa-apa dengan anaknya guru yang di salahkan. Guru itu juga manusia biasa bukan manusia yang sempurna jadi mungkin guru ada salah juga saat membimbing anak. Jangan langsung menyalahkan guru namun lihatlah lingkungan juga berperan dalam pendidikan anak. Tetap semngat guru-guru pencerdas anak-anak bangsa. Kita berjuang bersama-sama. Anggapan-anggapan buruk tentang profesi guru, kita jadikan smngat saja ..semngat dalam mengemban tugas mulianya.

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *