TANGISAN BUNDA #1

April 7, 2018

Oleh : Muallimin

tangisan bunda adalah merupakan doa  untuk  semua anak-anak nya,

seorang ibunda pasti menginginkan hal yang terbaik untuk semua anak anak nya.

termasuk ibu rina, balada sederhana

kisah perjalanan seorang ibunda

yang harus banting tulang menjadi tulang pungung keluaraga nya untuk menghidupi dirinya dan ke lima anak anak nya,

yang kala itu masih terbilang  sangat sangat belia, di karenakan bapak rohmana suaminya

begitu cepat meningal kanya dan ke lima anak anak nya,

pagi itu di kala sang surya belum sepenuh nya menampakkan wajah nya,

bapak rohmana berpamitan kepada ibu rina untuk berangkat bekerja,

bapak rohmana bekerja menjadi kuli bangunan di sebuah proyek yang tengah ia garap bersama teman temanya,

salah satu teman pak rohmana adalah pak pri,

setelah berpamitan kepada ibu rina,

bapak rohmana pun meningalkan rumah nya dan bergegas menuju ke tempat  kerja nya,

yang lumayan jauh dari rumah nya,

pagi itu di proyek tempat bapak rohmana bekerja,

ketika pak pri sedang bersiap siap, terdengar oleh pak pri ada sesuatu yang terjatuh dari lantai lima,

pak madi pak rowi dan pak husni rekan kerja bapak rohmana,

pak madi pak rowi dan pak husni mendekati pak peiri dan bertanya

“pak pri dengar sesuatu yang jatuh tidak tadi”

pak pri menjawab

“iya tadi aku dengar sanggat keras sekali,

kira kira apa ya,

“mungkin batu”

sahut pak husni,

“apa kita coba lihat dulu?” kata pak rowi,

“bener kita lihat dulu saja” ujar pak madi,

Kata pak pri “di mana pak rohmana?”

“engak tau mungkin di ruang ganti” ujar pak husni

Kata pak pri “mari kita lihat sesuatu yang jatuh tadi”

pak pri dan para pekerja lainya, berbondong bondong pergi ke arah sesuatu yang terjatuh dari lantai lima itu,

ketika

pak pri rowi dan husni sampai di tempat kejadian perkara (tkp)

pak pri melihat pak rohmani terbaring dan tidak sadarkan diri,

pak pri

“msya allah pak rohmana”

(kaget)

madi rowi husni

buruan bantu aku,

pak pri rowi madi dan husni

langsung mnganggkat pak rohman yang terjatuh dan tidak sadarkan diri itu

kemudian mereka bembawa nya ke rumah sakit,

skip

di rumah sakit dokter yang menangani pak rohmana,

menemui pak pri

bahwa nyawa pak pri sudah tidak bisa di selamtkan,

dokter

“pak sepertinya pasien sudah tidak bernyawa lagi,”

suasana pun menjadi hening

dan dokter yang menangani pak rohmana pergi meningalkan pak pri madi rowi dan lutfi,

madi

“pak pri pergi kasih tau bu rina

biar kami ber tiga yang menunggu jenazah pak rohmana”

“iya pak pak pri kasih tahu ibu rina saja”

sahut rowi dan lutfi”

pak pri langsung pergi ke rumah pak rohmana untuk memberi tahu ibu rina

skip

pagi itu setelah suaminya berangkat bekerja,

di rumah

ibu rina tengah asik bercengkrama dengan ke lima anak anak nya,

di ruang utama rumah nya,

beberapa saat kemudian

terdengar oleh ibu rina

bahwa pintu utama rumah nya berbunyi ketukan yang sanggat keras sekali,

(tok tok tok tok tok tok)

pak pri

mengetok pintu rumah ibu rina sembari memanggil-manggil nama ibu rina

ibu rinaa,,,,bu,,,ibu rina,

“iya sebentar”

jawab ibu rina sambil berjalan menuju pintu utama rumah nya,

dan membuka pintu rumah nya

(kreeeeet) suara pintu

ternyata yang datang adalah pak pri teman dekat  bapak rohmana suami ibu rina,

ibu rina

“pak pri ada apa?”

ibu rina bertanya kepada pak pri,

pak pri

“pak rohmana jatuh dari lantai lima bu?,

jawab pak pri

ibu rina kaget setelah mendengar kabar dari pak pri teman kerja pak rohmana,

ibu rina

“apakah suami saya tidak apa apa” dengan nada yang rendah dan khawatir,

pak pri

“pak rohmana sudah tiada, dan sekarang berada di rumah sakit”

pak pri nampak sedih dan menundukan kepala nya, dan mersa kasihan kepada ibu rina,

badan ibu rina menjadi lemas,

ibu rina menyenderkan tubuh nya di tembok dekat pintu rumah nya,

dan mengarahkan pandangan matanya ke atap rumah nya

ibu rina menangis dan berkata-kata di dalam hati nya,

“tidak,,,,,tidak mungkin,,,tidak”

ibu rina tidak percaya

ibu rina

“terus aku harus bagaimana pak?”

pak pri

“ibu di rumah saja

biar nanti petugas rumah sakit yang mengantar jenazah pak rohmana

ibu rina menangis di hadapan pak pri

pak pri langsung meningalkan ibu rina karena merasa dirinya tak kuasa melihat tangisan dan kesedihan ibu rina,

dan pak pri memangil yuni istrinya untuk menemani ibu rina di rumah nya,

skip

duduk di kursi ruang tamu,

ibu rina menunggu jenazah suaminya di bawa pulang ke rumah nya,

dan menangis ibu rina sambil memeluk ke lima anak anak nya yang kala itu masih sangat sangat belia

dan ibu yuni berusaha menghibur ibu rina yang kala itu hatinya tengah di selimuti kesedihan,

suara mobil ambulance terdengar di telingga ibu rina dan berhenti tepat di depan rumah ibu rina,

ibu rina keluar dari rumah nya dan berlari  menuju ke mobil ambulance yang membawa jenazah suaminya itu,

petugas rumah sakit turun dari ambulance dan bertanya kepada ibu rina,

“benar ini rumah bapak rohmana?”

ibu rina

“beb be benar pak aku istrinya”

(ibu rina menundukan kepala  nya)

dan petugas rumah sakit mengangkat jenazah pak rohmana dari dalam mobil ambulance untuk di bawa ke dalam rumah nya,

yang pagi itu sudah banyak orang di  sekitar rumah ibu rina,

menangis,

itu yang hanya bisa di lakukan ibu rina pagi itu ketika melihat suaminya,

di angkat ke dalam keranda,

ibu rina belum bisa menerima dan belum bisa  percaya kalau itu suaminya,

ibu rina membuka kain yang menutupi wajah suaminya,

dan melihat wajah nya,

ibu rina menjatuhkan tubuh nya di samping jenazah suaminya setelah melihat bapak rohmana,

dan ibu rina pun mulai percaya bahwa itu memang bapak rohmana suaminya,

menangislah ibu rina,

di samping jenazah suaminya yang pagi itu sudah terbaring lemah dan tidak berdaya,

ibu rina berkata di dalam hatinya,

kenapa ayah tingalin bunda dan anak-anak ayah, kenapa yah,

kenapa harus secepat ini, anak-anak masih sanggat membutuh kan ayah,

bangun yah,nbanguuuuuun,

kata kata ibu rina di dalam tangisnya

ibu rina menangis dan tangisan ke lima anak anak nya mengiringi jenazah pak rohmana unuk di bawa ke per istirahatanya yang terahir

skip

bapak rohmana suami ibu rina sekarang sudah tiada, meningalkanya,

dan meningalkan ke lima anak-anak nya yang  masih sanggat belia,

kini semuanya

hanya meninggal kan luka di dalam hati ibu rina,

dan ibu rina pun berusaha untuk melupakan semuanya,

semua hal yang sudah di alaminya,

dan mengubur kenangan indah bersama bapak rohmana suaminya,

awalnya ibu rina sulit untuk menerima dan mempercayai nya,

bahwa suaminya telah pergi meningalkan nya meningalkan ke lima anak anak nya yang kala itu masih sanggat sanggat belia.

lambat laun ibu rina mulai menerima hal itu

beberapa tahun setelah meninggal nya bapak rohmana suami ibu rina

malam hari ibu rina terbanggun dari tidurnya,

di malam hari yang masih sangat sunyi sepi, ketika semuanya masih tertidur terlelap dan bermimpi di dalam tidur nya, ibu rina berdoa

di atas sajadah hitam pemberian suaminya, ibu rina berdoa,

ya tuhan jagalah anak-anak hamba,

jauhkanlah anak-anak hamba dari marabahaya,

jaddikanlah anak anak hamba berguna bagi dirinya masarakat dan bangsa,

dan doa itu selalu di panjatkan oleh ibu rina di setiap sujud nya,

ketika ayam jantan berkokok mengiringi datang nya pagi,

ibu rina beranjak bangun dari sajadah hitam nya,

di pagi hari yang masih sanggat buta,

ketika ke lima anak-anak ibu rina masih terlelap di dalam tidur nya,

ibu rina keluar dari rumahnya

dan menitipkan ke lima anak anak nya kepada tetanganya bernama ibu mirna,

ibu rina bekerja dari sejak pagi buta, hingga malam tiba,

menjadi kuli bangunan mngantikan suaminya

memang tidak seharusnya seorang waanita bekerja kasar menjadi kuli bangunan,

tetapi apa daya, hanya itu yang bisa di lakukan ibu rina,

untuk menghidupi ke lima anak anak nya yang waktu itu masih sanggat belia,

meski lelah terasa di badanya,

ibu rina sealu berusaha melawan kerasnya kehidupan dunia,

tanpa mengharapkan belas kasih kepada siapa pun juga,

meski pun ibu rina masa itu sudah tatus sebagai janda ber anak lima,

ibu rina masih sanggat muda,

dan terlihat masih sanggat cantik jelita,

oleh sebab itu banyak lamaran dari pria pria kaya datang kepadanya,

untuk menjadikan ibu rina istri mereka,

dan menjadi ayah dari ke lima anak-anak nya,

dengan alasan kasihan kepada ke lima anak-anak nya ibu rina menolak lamaran yang datang kepada ibu rina,

padahal sih ibu rina masih belum bisa melupakan rohmana suaminya,

di dalam fikiran dan di dalam hatinya,

dan ibu rina lrebih memilih membesarkan ke lima anak-anak nya seorang diri,

meski berat beban kehidupan yang di rasa kan di dalam hidup nya ,

ibu rina selalu berusaha untuk ke lima anak-anak nya dan memberikan yang terbaik untuk ke lima anak-anak nya,

sehingga suatu hari nanti bisa tumbuh menjadi orang-orang yang berguna.

bagi dirinya masarakat dan bangsa.

perkenalkan seorang gadis yang sanggat cantik,

kulitnya putih

rambutnya panjang,

dia terlihat sanggat cantik dan mempesona,

semua peria yang melihat nya

pasti akan terpesona,

hayo siapa???

dia adalah gina,

gina anak pertama ibu rina

kini gina sudah tumbuh dewasa,.tetapi sekarang gina berada di luar negara,

bekerja menjadi tkw untuk membantu ekonomi ibu nya,

sepuluh tahun sudah gina meningalkan ibu rina dan ke empat adik-adik nya,

tetapi ibu rina belum juga mendapatkan kabar tentang gina,

ketika ibu rina tengah duduk di kursi goyang buatan suaminya,

di teras rumah nya,

datanglah kepada ibu rina seorang gadis muda se usia gina,

gadis itu bernama maria,

maria berkata kepada ibu rina,

bahwa gina sudah tiada,

gina meningal ketika ia tengah bekerja di luar negara menjadi asisten rumah tangga,

maria adalah sahabat gina,

yang berangkat bersama gina

ke luar negara menjadi tenaga kerja wanita,

menangislah ibu rina di atas kursi goyang peningalan suaminya di teras rumahnya,

ketika mendengar berita dari maria bahwa gina sudah tiada,

tetapi ibu gina tidak mempercayai kalau gina sudah tiada

gina suddah pergi meningalkan ibu rina dan ke empat adik-adik nya untuk selama lama nya,

di kursi goyang di depan teras rumah nya,

ibu rina selalu menanti kepulanggan gina,

anak pertamanya

tempat dimana dulu gina pernah berpamitan kepaada ibu rina,

kalau gina akan keluar negara untuk membantu ekonomi yang di hadapi ibu rina,

dan ibu rina menjawab,

ibunda akan selalu menunggu gina di sini

sampai ibunda menutup mata,

tetapi ibu rina sedih,

di usianya yg sudah terbilang semakin senja gina tak kunjung menemui ibu rina

di teras rumah nya,

yang sedang duduk di kursi goyang prningalan bapak rohmana suaminya,

ayam jantan kembali berkokok menandakan datang nya pagi,

sebelum suara bacaan alquran di kasetkan berbunyi,

ibu rina terbangun dari tidurnya

dan meningalkan semua mimpi mimpi nya,

ibu rina kembali berdoa,

bersujud di atas sajadah hitam pemberian suaminya,

meski pun kini ke lima anak-anak nya sudah tumbuh menjadi orang dewasa,

tetapi doa ibu rina selalu menyertai setiap langkah langkah mereka,

ya tuhan jagalah anak-anak hamba,

jauhkanlah anak-anak hamba,

jauhkkan mereka dari semua marabahaya,

dan buat mereka menjadi orang yang berguna untuk dirinya  keluarganya, masarakat dan bangsa.

karena hanya doa lah yang bisa di berikan ibu rina kepada ke lima anak-anak nya di usianya yang kini sudah semakin senja.

pagi hari yang masih buta semua jendela pun masih tertutup rapat di setiap rumah-rumah warga dan ketika sang mentari belum ingin menampak kan sinar nya dan udara masih sanggat terasa dinggin menusuk tulang ibu rina,

pagi itu ibu rina masih terrdududuk di kursi goyang buatan suaminya, dan di atas meja terletak di samping kanan ibu rina, terdapat radio kecil pemberian suaminya, ibu rina menghabiskan waktu setiap paginya dengan mendengarkan lantunan lagu lagu lama dan di temani se cangkir teh hanggat buatan tasya anak ibu rina yang ke empat.

anak ibu rina yang ke dua bernama andika,

andika memiliki wajah yang tampan dan rupawan,

badan andika tinggi, besar dan andika berkulit putih

andika mnggabdikan dirinya kepada negara sesuai permintaan ibunda nya,

sekarang andika sudah menjadi orang yang sanggat kaya,

setiap mengunjungi ibu rina andika selalu membawa mobil mewah dan mentereng,

andika di tunjuk pemimpin negara untuk menjadi salah satu mentri negara,

tetapi banyak yang bilang kepada ibu rina bahwa kekayaan andika adalah hasil curian, tetapi ibu rina tidak pernah membercayai omngan tetanga tetanga nya tentang anak nya andika, ibu rina sedih kepada andika bila memang itu benar adanya,

andika memang kaya dan banyak harta tetapi sayang andika mendapat kan uang itu hasil dari menipu dan mencuri uang negara, dan skarang dia tengah hanggat di setiap perbincaangan setiap warga dan media mssa,

tersiar surat kabar dan di radio radio, tentang andika, bahwasanya andika tertangkap basah sedang mencuri uang negara,.berita itupun terdengar di telingga ibu rina, andika di tahan di penjara,

tetapi penjaranya bagaikan hotel berbintang lima dan semua faselitas ada di dalam nya,

sakitnya hati ibu rina mendenggar kabar anak keduanya andika, di penjara, karena merampok uang negara, sakitnya hati ibu rina bahwasanya anak ke dua nya andika menjadi sampah negara bukan menjadi kebangaan negara, seperti yang di harapkan ibu rina,

anak ibu rina yang ke tiga bernama dafa dulu saat masih kecil dafa terlihat tampan,

gagah dengan kulit nya yang putih, dan rambutnya yang ikal, kini dafa sudah dewasa dan bekerja di salah satu perusahaan di luar kota, karena prestasinya, dafa di angakt mnjadi direktur utama di kantor tempat dafa bekerja, dafa menjalin hubungan asmara dengan seorang gadis bernama alia,

alia adalah gadis yang sanggat cantik, tidak heran banyak pria yang jatuh hati kepada allia termasuk dafa, dan dafa pun banyak sainganya untuk mndapatkan cinta alia, alia juga mncintai dafa, karena kecocokan mereka berdua alia dan dafa menjalin hubungan asmara, dan mulai merencanakan pernikahan mereka berdua,

seperti biasanya  setiap pagi ibu rina selalu duduk di kursi goyang buatan rohmana suaminya, yang tenggah menanti kepulangan anak-anak nya dan memeluk ibu rina seperti masa kecil dulu, secangkir teh hangat buatan tasya mnjadi teman ibu rina di pagi hari yang masih sanggat senja, dan di temani sepiring  singkong rebus yang tasya ambil dari kebun di blakang rumah nya, tiba tiba sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah ibu rina, di dalam hati ibu rina berkata kata dan bertanya tanya,

“siapakah dia?

orang mana dan sedang mencari rumah siapa?

kenapa selalu memandang ke arah saya,

ada apakah dan ada perlu apa”

tidak lama kemudian pintu mobil pun terbuka seorang pria tampan berkulit putih berbadan tinggi dan besar dan berambut ikal, turun dari mobil mewah nya itu, dan menuju ke rumah ibu rina, pria itu terlihat gagah dengan mengenakan sepatu hitam,celana hitam, kemeja putih memakai jas hitam dan kaca mata hitam,

“dafa”

(ibu rina berkata di dalam hatinya)

dan ibu rina terasa sanggat bahagia karena dafa mngunjunginya,

“dafa”

ibu rina memangil nama anak nya keras sekali,

dafa mngarahkan pandangan matanya,

ke arah ibu rina

setelah ibu rina memangil nama nya,

bunda!!!!!!!

teriak dafa

dan dafa berlari menuju ke arah ibu rina yang tenggah duduk di kursi goyang buatan suaminya,

dafa memeluk tubuh ibu rina,

dan,

dafa menjatuhkan tubuh nya di depan ibu rina,

kemudian memegang ke dua kaki ibu rina

dan meminta maaf kepada ibu rina,

dafa

“bunda?,maafkan dafa”

(menanggis)

ibu rina

“bunda selalu memaafkan dafa”

(sambil membelai kepala dafa)

dafa

“bunda?,doakanlah dafa,

ibu rina

doa bunda selalu mnyertai setiap langkah dafa,

dafa

bunda bolehkah dafa tidur di pangkuan bunda,,,,?

ibu rina

“kemarilah nak mndekatlah kepada bunda,

dafa merbahkan badanya,

dan menaruh kepalanya di atas pangkuan ibu rina,

ibu rina

“tidurlah nak,

tidurlah dengan nyenyak di pangkuan bunda,

dan jangan banggun bila bunda belum membangunkan nya,

dafa

“iya bunda”

dafa

“bunda?”

ibu rina

“iya dafa anak bunda”

dafa

“ceritakanlah masa kecil dafa”

bunda

(ibu rina mulai mnceritakan ketika dafa dan ke empat saudaranya,

yang dulu masih kecil)

dafa

tertwa mendengar cerita ibu rina,

ibu rina juga tertawa melihat dafa tertawa,

perlahan-lahan mata dafa mulai terpejam,

di pangkuan ibu rina,

ibu rina terus menerus memandang wajah dafa,

keluar lah air mata bunda teringgat mas kecil dafa,

teringat saat dafa dan ke empat saudaranya,

di tinggal ibu rina ketika mereka masih terlelap di dalam tidur mereka,

dengan sanggat lembut ibu rina memangil nama dafa,

“dafa?????”

dan ibu rina tengah asik membayangkan masa masa kecil dafa dan ke empat saudara nya,

tiba tiba terdengar ledakan senapan di telingga ibu rina

“dor”

ibu rina kaget,

ibu rina memngil nama dafa dengan lirih,

“dafa

dafa masih mau dengar cerita bunda?

dafa,,,?

dafa anak bunda?”

ibu rina melihat dafa,

dafa sudah memejamkan matanya,

tidur terlelap di pangkuan ibunda nya,

dafa membuka matanya,

dan melihat wajah ibu rina,

ibu rina tersenyum kepada dafa,

dafa memegang pipi ibu rina,

dengan tangan yang sudah berlumuran darah,

dafa berkata terbata bata,

“bu bu bunda ma ma afkan semua kekesalahan dafa”

mata dafa terpejam bersama jatuh nya tangan dafa yang tengah memegang pipi ibu rina

ibu rina memangil nama dafa

“dafa

dafa anak bunda dafa??”

dafa sudah tiada?”

(kata ibu rina di dalam hatinya”)

ibu rina memgang bagian tubuh dafa yang sudah berlumuran darah,.dan ibu rina berkata,

dafa sudah tiada,

seseorang sudah menghabisi anak bunda

(menenggok arah kanan dan kiri, tetapi ibu rina tidak mndapati ada siapa siapa)

sebuah peluru sudah menembus kulit dafa dan peluru itu bersarang di dalam tubuh dafa,

“kenapa ada yang tega mrenggut nyawa anak bunda,

kata ibu rina di dalam tanggisnya”

ternyaya ada yang tega mnghabisi nyawa dafa hanya karena masalah asmara nya dengan alia,

skip

nah ini dia putri kesayangan ibu rina,

bernama tasya,

tasya adalah anak ibu rina yang ke empat,

kemana mana tasya selalu bersama ibu rina,

ibu rina juga tidak bisa jauh dengan tasya,

karena begitu sayang nya kepada tasya,

ibu rina tidak pernah mngijinkan tasya ke luar rumah,

tasya adalah gadis yang cantik,

baik rajin

pandai memasak

dan sanggat pendiam,

meski tasya adalah anak yang cantik,

baik rajin

pandai memasak

dan sanggat pendiam,

tetapi tasya sudah dewasa belum juga ada pria yang mau datang melamar nya dan menjadikan tasya pasangan nya

kenapa?

tasya tidak bisa bicara

dan semasa hidup nya berada di kursi roda,

itu sebab nya ibu rina sanggaat menyayangi tasya dan tidak

bisa jauh dengan tasya

dan mungkin juga itu sebabnya tasya memutuskan fakum dari dunia percintaan dan tidak pernah datang seorang priapun melamar nya,

dan menjadikan tasya istri nya

skip

perkenalkan anak ibu rina yang terahir,

dia ganteng tampan putih badanya tinggi dan besar,

ketika kecil dia bercita cita menjadi dokter agar bisa merawat ibunda nya, dan kakak nya tasya,

dia bernama romi,nromi adalah anak terahir ibu rina, sekarang romi tenggah menempuh pendidikanya di luar kota,

beberapa tahun di luar kota,.romi pulang mengunjunggi ibunda nya, yang kini sudah ber usia sanggat senja,.

pagi itu ibu rina tengah terbaring sakit di kamarnya, tiba tiba ibu rina mendenggar terikan anak terahirnya yang benama romi,

romi

bundaaa!!!!!?

bundaaa,,,,!?

bundaa,,,,,,?

romi terdiam dan menghentikan langkah langkah kaki nya,

di depan kursi goyang peninggalan ayah nya,

dan radio hitam tua peningalan ayah nya pun hanya tergeletak di

meja samping kanan kursi goyang peningalan ayah nya,

di biarkan tanpa ada lantunan lagu lagu lama seperti biasa nya,

di dalam hati romi berkata,

“ada apa dengan bunda”

datang tasya kakak nya menghampiri romi adik nya,

dan menunjuk ke kamar ibu rina

romi membuka pintu kamar ibu rina,

romi sedih melihat ibunda nya,

terbaring lemah dan tidak berdaya,

skip

romi menetteskan air matanya,

romi berkata

“bunda kenapa?”

romi memegang kaki ibunda nya,

menangislah romi sambil menaruh kepalanya,

di samping kiri kaki ibunda nya,

tiba tiba terdengar suara lirih ibu rina di telinga romi anak terahirnya,

nak bunda tidak apa apa,

romi menangis, dan berkata,

“bunda jangan tingalkan romi

romi masih butuh bunda,

romi blum bisa mnghadapi dunia tanpa bunda”

ibu rina,

“bunda dan doa bunda

akan selalu menemani kemanapun romi melangkah”

romi berkata,

“terima kasih bunda,”

dan romi memeluk tubuh ibu rina,

ibunda nya,”

romi ibu rina dan tasya pun menanggis dan berpelukan,

ketiganya terlihat sanggat bahagia,

skip

malam hari romi pergi ke kamar ibu rina untuk melihat ke adaan ibu rina,,

sesampaina di depan kaamar ibu rina,

romi bingung dan terdia melihat ibu rnya  seakan tengah bercakap cakap dengan seseoran,

“mungkin hanya halusinasi”

ujar romi membuang ke mustahilan,

tetapi

di dalam hati romi selalu berkata,

bunda tengah bicara dengan siapa”

romi langsung mengetuk pintu kamar ibu rina,

setelah masuk ke kamar ibu rina

romi meminta ijin kepad ibu rina akan perrgi kembali ke luar kota untuk beberapa saat,

untuk menyelesaikan kuliah  nya,

kata ibu rina,

dengan halus penuh kasih sayang pergilah nak berikan ijazah mu kepada bunda,

bunda tunggu di kursi goyang

di depan teras rumah kita,

ketika romi membawa ijazah,

bunda akan menunggu romi di sana

romi

“iya bund menangislah romi di pelukan ibu rina ibunda nya,

skip

beberapa hari stelah kepergian romi anak terahirnya,

ke luar kota untuk menyekesaikan kuliah nya,

pagi iti ibu rina

berjalan menuju ke teras rumah nya,

menuju ke kursi goyang peningalan suaminya di temani tasya anak kesayanganya

ibu rina duduk dan  memejamkan matanya,

tasya duduk dengan kursi roda nya di samping kanan ibu rina,

dan memegang tanggan ibu rina,

ketika ibu rina membuka matanya tiba tiba datang rohmana suaminya,

bapak rohmmana tersenyum kepada ibu rina yang pagii itu sedang duduk di kursi goyang buatan nya

bapak rohmana mndekati ibu rina,

dan

berdiri di belakang  ibu rina,

kemudian memegang pundak ibu rina,

setelah beberapa saat kedatangan bpak rohmana suaminya,

tiba tiba  gina datang berjalan ke arah ibu rina,

dan memngil manggil nama nya,

buuunda buuuun bundaaaa buuuunnnnda

(dengan suara manja)

gina tersenyum kepada ibu rina,

anak pertama ibu rina yang bekerja di luar negara,

ibu rina pun tersenyum kepada gina,

dan berkata di dalam hati,

“gina anak bundaaaaa?”

dan gina pun langsung berdiri di samping tasya,

memegang pundak tasya dan memegang

tangan kanan ibu rina,

anak ibu rina yang ke tiga yaitu dafa,

dafa memang terkenal anak yang sanggat manja,

dafa duduk di samping kiri ibu rina dan merebahkan badanya,

kemudian menaruh kepalanya,

di pangkuan ibu rina sambil memandang wajah ibunda nya,

ibu rina nampak tersenyum sanggat bahagia,

melihat anak anak dan suaminya menemui nya,

andika,

anak ibu rina yang sudah habis masa tahanan nya

langsung

pergi pulang ke rumah ibu rina,

andika menjatuhkan dirinya di depan ibunda nya

andika mncium kaki ibu rina,

andika berkata,

maaf bunda,

anak mu sudah tidak berguna bagi diri sendiri masarakat dan bangssa,

seperti harapan bunda,

andika malu sama bunda maafin andika bunda???

ibu rina menjawab,

jangan takut salah,

andika anak bunda harus kembali berusaha dan tunjukkan kepada dunia bahwa anak bunda  bisa,

andika

iya bunda doakan anak bunda,

andika pun mensngis dan menekuk lutut nya di depan ibu rina yang tengah duduk lemas di kursi goyang peningalan suaminya,

skip

ibu rina berkata kepada tasya

tasya ibu sanggat sayang tasya,

selama lama nya ibunda akan selalu menyayangi tasya,

tasya

di dalam hati

bunda terimaksih bunda sudah menyayangi tasya,

tasya bangga punya ibu seperti bunda

,,,(tasya pun memanggis)

bundaaaaaaaaaaa

romi sudah jadi sarjanaaaaaaaaaaaaa

teriak romi sambil berlari menuju ke arah ibu rina  dan romi pun nampak bahahgia,

ibu rina,

sini romi anak bunda peluk bunda,

sesuai janji bunda bunda akan menunggu kepulanggan romi anak bunda disini,

romi

“bunda adalah segala galanya buat romi, tanpa bunda romi bukan apa apa”

ibu rina

“sini nak mndekat ke bunda,

dan peluk bunda”

pagi itu merupakan pagi yang sanggat bahagia menurut ibu rina,

ibu rina berkata,

kepada romi tasya dan andika,

hari ini bunda sanggat bahagia,

bunda dan suami bunda bisa berkumpul dengan ke lima anak anak bunda,

romi tasya dan andika terdiam mendengar halusinasi bunda nya

penantian ibu rina kini sudah terbayar,

tepat di atas kursi goyang buatan suaminya dulu,

yang terletak di teras rumah nya,

suaminya,

gina anak pertama nya,

andika anak keduanya,

dafa anak ketiga nya

tasya anak ke empat nya

dan romi anak ke lima nya,

bersama sama memeluk ibu rina,

skip

ibu rina pun langsung memejamkan dan menghentikan nafasnya,

dan berjalan pergi bersama

suaminya, gina dan dafa,.menuju tempat yang paling indah yang tidak terdapat di dunia

andkka memegang tanggan ibu rina tak lagi bergerak,

andika melihat wajah ibunya sudah nampak pucat pasif dan matanya, sudah terpejjam

andika teriak,

bundaaaaaaaaa maafkan andika bundaa,

romi

bunda bunda,

bundaaaaaaaa

bundaaaaaaaa,

tasya di dalam hati,

bundaaaa tasya ikut bunda,

bundaaaaa tasya tidak bisa hiduop tanpa bunda

tangis dan kesedihan pun menyelimuti ketiga anak ibu rina,

karena ibu rina ibunda mereka telah tiada,

pergi meningalkan andika,

tasy dan romi untuk selama lama nya,

dan jenazah ibu rina di makamkan di dekat makam bapak rohmana suami nya

skip

beberapa tahun kemudian,

andika kembali di pilih pemimpin negara,

untuk menjadi pejabat dan menikah dengan seorang wanita solehah bernama

diana

setelah menikah dua tahun andika dan diana menpunyai 2 anak bernam

gilang

dan mahendra,

mereka hidup rukun dan sangat bahagia

sesuai mimpinya romi menjadi dokter dan membuka panti jompo khsus lansia yang sudah tidak di urus oleh anak anak nya,

romi bertunangan dengan maria,.gadis desa yang cantik baik dan soleha,

sementara tasya,

tasya merasa kesepiann

dan terdengar oleh tasya suara topeng monyet

selayaknya orang normal tasya ingin melihat peetunjukan topen monyet itu,.

untuk menhibur dirinya,u

tasya pun keluar dari rumah dan tanpa pengawasan dari romi atau andika,

karena siang itu mereka sedang sibuk kerja,.

tasya  tidak tau ada tanjakan,

dan tidak bisa mengentikan laju kursi roda nya .

sebuah truk mnghantam  kursi roda nya,

tasya di larikan ke rumah sakit,

tetapi nyawa tasya tidak bisa di selamatkan

dan tasya pun meningal

menyusul bunda nya ayah nya dan kakak kakak nya

 

bersambung,……

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *